Hari Bela Negara atau HBN adalah hari bersejarah Indonesia yang jatuh pada tanggal 19 Desember untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat pada tanggal 19 Desember 1948. Keputusan ini ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keppres No.28 tahun 2006. Pada Kepres itu juga disebutkan bahwa Hari Bela Negara bukan merupakan hari libur.

Bela Negara dalam arti luas tidak hanya dalam menghadapi ancaman militer tetapi juga non militer, di era globalisasi dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bentuk ancaman sangat variative dan kompleks, hanya bangsa yang mempunyai keunggulan kompetitif lah yang mampu bersaing dan memenangkan persaingan tersebut.

Penanaman kesadaran bela negara terhadap setiap warga negera terutama generasi milenial sebagai pewaris dan penerus kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting agar mampu mempertahankan negara dari ancaman dari dalam dandari luar militer maupun non militer.

Hak dan kewajiban dalam upaya bela negara dan upaya perthanan keamanan nasional diatur dalam UUD 1945 (pasal 27 dan pasal 30 ayat (1)), upaya pembelaan negara adalah tekad, sikap, dan tindakan setiap warga negara secara teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan pada Pancasila dan UUD 1945 demi keutuhan dan kemajuan NKRI.

Populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15-34 tahun yang diikenal dengan generasi milenial saat ini sangat besar, mencapai 34,45%. Dibanding generasi sebelumnya, generasi millennial memang unik, kajian tentang generasi millennial sangatlah menarik hasil riset yang dirilis oleh Pew Researh Center menermukan bahwa Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Generasi Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (GenX). Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Generasi Milenial adalah generasi yang hidup di era perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, penerapan IT telah merubah dunia analog menjadi dunia digital yang di tandai meningkatnya tingkat konektifitas melalui jalur inter dan antar net. Ilmu pengetahuan begitu mudah diakses oleh siapapun, sehingga dalam banyak hal generasi milenial lebih cepat mengakses informasi yang dapat memperkaya wawasan berfikir bersikap dan bertindak, yang dapat mempengaruhi dalam mensikapi permasalahan yangg dihadapi, begitu juga dalam implementasi terhadap pemahaman tentang bela negara.

Beberapa unsur-unsur Dasar Bela Negara, diantarnya;

  1. Cinta Tanah Air
  2. Salah satu bentuk cinta tanah air adalah, rasa memiliki dengan cara menjaga dan merawatnya setiap jengkal tanah air Indonesia, tidak mengekspliotasi untuk kepentingan sendiri ataupun kelomoknya, juga menjaga diri tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik tanah airnya.

  3. Kesadaran Berbangsa & bernegara
  4. Sadar sebagai bagian dari bangsa dan negara, untuk senantiasa memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan mendarma baktikan seluruh potensi yang dimilikinya untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.

  5. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara
  6. Meyakini dan mengamalkan Pancasila sebagai idiologi negara, artinya menyadari dengan sepenuh hati bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila, maka dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dasarnya Pancasila, tdak ada cara lain sebagai bangsa yang majemuk maka hanya Pancasila lah yang dapat mewadahi kemajemukan bangsa Indonesia, sehingga meskipun kita berbeda-beda tetapi tetap satu yaitu Indonesia.

  7. Rela berkorban untuk bangsa & negara
  8. Rela berkorban mementingkan kepentingan umum (bangsa dan negara) diatas kepentingan pribadi atau golongan.

  9. Memiliki kemampuan awal Bela Negara
  10. Setiap warga negara harusnya secara aktif berusaha untuk mempunayai kemampuan dasar bela negara sebagai bukti akan kesiapannya kapan saja Manajemen Pertahanan, Vol. 4 No. 2 Desember 2018 | 71 melaksanakan bela negara saat negra membutuhkan.

Cara membangun kesadaran bela negara terhadap generasi milenial, tidak harus dengan banyak teori, cukup contoh-contoh keteladanan, karena karakter generasi milenial yang dipengaruhi kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, lebih mudah mengakses berbagai informasi Generasi milenial punya rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pertahanan negara, adapun bentuk bela negara sebagai perwujudan pertahanan negara, disesuaikan situasi dan kondisi serta bentuk ancaman yang dihadapi, karena ancaman saat ini bukan hanya ancaman militer atau fisik, tapi juga ancaman non militer atau non fisik, seperti; persaingan global, perdaganagna bebas, lemahnya SDM, sosial budaya, kemajemukan, intoleransi, nasionalisme, derasnya arus informasi yang kesemuanya itu harus disikapi dengan cermat dan bijaksana.

Masa depan bangsa dan negara ada di genggaman generasi milenial, generasi old harus lebih memberi kesempatan dan kepercayaan kepada generasi milenial agar mereka lebih inovatif dan kreatif kearah kebaikan.

Untuk kemajuan bangsa dan negara, generasi milenial yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara langsung atau tidak langsung sangat berpengaruh terhadap dirinya, sedangkan generasi milenial tidak secara langsung mengalami pahit getirnya perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka tentunya ada gap pemahaman tentang bela negara, maka perlu dijembatani gap tersebut, agar semangat bela negara generasi milenial tetap dalam koridor negara kesatuan republik Indonesia yang berdasrakan Pancasila.


Komentar